Jumat, 26 Desember 2008

BAHAYANYA SAYUR KANGKUNG

Jika Anda penggemar kangkung, baik itu ca kangkung, petis kangkung,
kangkung cos, dll, yang berkaitan dengan kangkung, mungkin cerita ini
dapat menjadi pertimbangan bagi Anda pada saat akan mengkonsumsi kangkung.

Saya mendapat cerita ini dari seorang teman, tapi Saya lupa tempat
persisnya di negara mana, yang jelas antara Singapura/Malaysia. Pada suatu
hari di rumah sakit terkenal, semua dokter kebingungan hanya karena ada
seorang anak kecil yang tampan menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke
rumah sakit oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare. Sudah
bermacam obat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarenya
tidak kunjung sembuh.


Di rumah sakit, orang tua anak tersebut ditanya oleh dokter, makanan apa
saja yang sudah dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua
anak itu kebingungan, karena sejak anaknya diare otomatis anak tersebut
tidak mau makan, dia hanya minum susu, itu pun langsung dikeluarkan lagi.
Setelah usut punya usut, ternyata sebelum menderita diare, malamnya anak
tersebut baru saja diajak makan kangkung cos di restoran oleh orang
tuanya.


Dokter segera melakukan rontgen, ternyata diusus anak tersebut telah
berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Dokter angkat
tangan dan menyatakan tidak sanggup mengambil tindakan medis apapun.
Akhirnya anak kecil tampan yang malang itupun meninggal dunia.


Usut punya usut, ternyata lintah itu sebelumnya bersemayam di dalam batang
kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung cos yang paling enak
adalah batangnya, apa lagi jika dimasak oleh seorang ahli, maka kangkung
cos rasanya akan menjadi renyah. Lintah yang berada di dalam batang
kangkung itu tidak akan mati walau dimasak selama apapun, apa lagi untuk
kangkung cos prosesmemasak tidak terlalu lama untuk menghasilkan rasa
kangkung yang enak. lintah hanya akan mati jika dibakar.


Di dalam usus anak tadi, lintah yang tadinya hanya 1 dalam 2 hari
berkembang biak dengan cepatnya karena terus menerus menghisap darah yang
ada, otomatis dokter juga kebingungan, bagaimana mematikan/membersih kan
lintah yang telah sangat banyak tersebut dari dalam usus anak malang itu.


Jujur, sejak mendengar cerita itu, kesukaan saya akan kangkung menjadi
berkurang, boleh dibilang sudah 1 bulan ini saya sama sekali tidak
mengkonsumsi kangkung dalam bentuk apa pun, bukan karena menjadi paranoid,
tapi bagi Saya lebih baik menjaga segala kemungkinan yang ada, toh tidak
hanya kangkung yang dapat kita konsumsi, masih banyak sayur lain yang
dapat kita makan dengan meminimalisir segala kemungkinan "lintah" yang
terselip di dalamnya.

Tidak ada komentar: